Sembilan Bukti Al Qur'an Datang Dari Allah SWT, Bukan Karangan Nabi Muhammad SAW


JIKA ADA YANG BERTANYA, APA BUKTINYA AL QUR'AN ITU DATANGNYA DARI ALLAH SWT DAN BUKAN KARANGAN MUHAMMAD SAW

Maka, jawablah dgn tersenyum ramah

Insya Allah akan dijawab secara ilmiah, semoga andapun memikirkan jawaban ini dengan fikiran yang jernih tanpa dipengaruhi subyektivitas dan fanatisme kelompok dan keagamaan.

Bukti pertama
Dari analisa sejarawan, terbukti bahwa memang Muhammad SAW buta huruf dan tidak pernah sekolah karena memang pada masa itu belum ada sekolahan.

Masyarakat Arab belum mengenal ilmu seperti ilmu politik, ekonomi, matematika, sosiologi, kenegaraan, ilmu etika dan lainnya.

Mungkinkah orang yang buta huruf dan tidak mengenal ilmu bisa bicara masalah hukum, tata negara, sistem ekonomi, etika dan lain-lain yang semua pembicaraan tersebut ada di dalam Al-Qur'an?

Tentu saja jawabannya tidak mungkin. Artinya bahwa Al Qur'an bukan karangan Muhammad SAW. Tidak mungkin menurut akal sehat orang buta huruf yang tidak mengenal ilmu sama sekali bisa bicara hukum, kenegaraan, undang undang kemasyarakatan, akhlaq, sosiologi dan ratusan kalimat kalimat bijak secara spontan dengan bahasa yang memukau para ahli bahasa Arab.

Bukti kedua
Al-Qur'an banyak bicara tentang sejarah sejak zaman Adam AS hingga Isa AS. Padahal Muhammad SAW tidak pernah mendapat informasi tentang sejarah hidup mereka.

Cerita tentang Musa AS dan Isa AS sangat lengkap. Bahkan seorang pendeta sangat bersyukur bahwa ternyata di dalam Al Qur'an ada pembelaan terhadap kesucian Bunda Maria yang oleh orang Yahudi dituduh telah berzina sehingga melahirkan Isa AS. Dari mana Muhammad SAW dapat cerita seluruh kisah para nabi tersebut, padahal di Mekah dan Madinah hampir tidak ada orang kristen.

Jelas akal sehat kita akan menolak jika dikatakan Al-Qur'an karangan Muhammad SAW. Begitu juga cerita tentang Musa AS sangat lengkap, padahal orang Yahudi tidak ada yang mengajarkan Taurat kepada nabi yang tinggal di Mekah. Bahkan di Mekah hampir tidak ada orang Yahudi.




Bukti ketiga
Dulu ada seorang pelaut Eropa. Kebetulan di atas kapalnya ada Al-Qur'an terjemahan. Sekedar mengisi kekosongan selama dalam pelayaran dia iseng membaca Al-Qur'an terjemahan itu. Dia sangat terpesona dengan pembicaraan Al-Qur'an tentang lautan, badai dan hal-hal yang terkait. Bahasanya pun sangat dalam dan puitis.

Ketika dia berlabuh di India, dia bertanya tanya kepada Muslim di sana tentang Muhammad SAW. Dari muslim India itu dia memperoleh keterangan bahwa Muhammad SAW hidup di tengah gurun pasir dan tidak pernah melihat lautan. Maka dia sangat yakin bahwa mustahil Al-Qur'an karangan Muhammad SAW yang bisa dengan sangat indah melukiskan lautan, padahal ia tidak pernah melihat laut. Akhirnya ia pun segera memutuskan masuk Islam.

Bukti ke empat
Di dlm Surah [25] Al Furqan ayat 53 Allah SWT berfirman :
"Dan Dialah ( Allah ) yang membiarkan dua laut yang mengalir berdampingan yang satu tawar dan segar yang lainnya asin dan pahit. Dan Dia jadikan diantara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus."

Dari mana Muhammad SAW lelaki gurun pasir itu tahu, padahal beliau tidak mengerti sedikitpun tentang lautan dan bahkan dua laut yang beda rasa dan warna itu pada masa hidup beliau belum ditemukan orang. Jadi sekali lagi, tidak mungkin Al Qur'an tersebut karangan Muhammad SAW.

Bukti kelima
Pada masa Muhammad SAW hidup, ada dua negara imperium yaitu imperium Romawi dan Persia. Dua imperium ini sering berperang.

Ketika dimasa hidup beliau, Persia berhasil mengalahkan Romawi. Hal ini membuat masyarakat musyrik Mekah menjadi gembira karena orang Persia juga penyembah berhala.

Sebaliknya orang Islam bersedih karena Romawi menganut agama Nasrani yang seakar dgn islam.

Kemudian turun ayat Al-Quran menghibur orang Islam yaitu Surat Ar Rum [QS 30 ayat 2, 3 dan 4] menjelaskan bahwa beberapa tahun lagi akan kembali terjadi peperangan dan peperangan itu akan dimenangkan oleh Romawi sehingga umat Islam yang pro Romawi pun menjadi gembira.

Ayat ini pun ditertawai oleh kaum Musyrik Qurais, dianggap sebagai bualan Muhammad SAW saja karena waktu itu Romawi terlihat sudah sangat lemah. Maka Abu Bakar menantang org musyrik untuk bertaruh dengan taruhan belasan ekor unta. 

Tantangan diterima oleh musrik Qurais dan tujuh tahun kemudian apa yang di ramalkan Al Qur'an pun terjadi. Romawi kembali perang dgn Persia dan peperangan dimenangkan org Romawi. Jika Al Qur'an bukan dari Allah SWT dan hanya sekedar karangan Muhammad SAW tentu saja beliau tidak akan bisa meramal sesuatu yang akan terjadi di masa depan.

Bukti ke enam
Seluruh ahli bahasa dan ahli syair dari kalangan musyrik Qurais mengakui secara jujur bahwa kalimat kalimat Al Qur'an sangat tinggi kandungannya, sangat indah susunan kata katanya dan sangat memukau. tidak ada sebelumnya kalimat kalimat cerita, nasehat dan kalimat berita yang ditulis manusia yang sebagus Al Qur'an sampai-sampai orang Qurais pun menjuluki Muhammad SAW sebagai tukang sihir yang kata katanya bisa memukau semua orang.

Dan bukti yang lebih mencengangkan lagi dari jutaan kitab yang pernah ada di dunia ini hanya Al Qur'an lah satu satunya kitab yang bisa dihafal secara pas kata demi kata oleh jutaan orang. 

Bahkan orang yang tidak mengerti bahasa Arab seperti ribuan anak-anak Indonesia pun mampu menghafal Al Qur'an yang lebih dari 600 halaman.

Adapun pastur dan pendeta, tidak akan mampu menghafal Injil ( Bibel ) kata demi kata secara pas, walau hanya 100 halaman. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT yg menurunkan Al Qur'an telah mengatur sedemikian rupa sehingga memudahkan bagi semua orang untuk menghafalnya.



Bukti ke tujuh
Dalam Al Quran Surat Yunus [QS 10 ayat 92] diceritakan bahwa jasad Fir'aun musuhnya Musa AS akan diselamatkan Allah SWT. Padahal peristiwa sejarah Musa dan Fir'aun tersebut terjadi 1.200 tahun sebelum masehi.

Pada awal abad ke-19 tahun 1896 seorang ahli purbakala : Loret, menemukan dilembah raja raja Luxor Mesir satu mummi yang dari data data sejarah terbukti bahwa ia adalah Fir'aun yang bernama Maniptah. Pada tgl 8 Juli 1908 Elliot Smith mendpt izin untuk membuka pembalut Fir'aun & ternyata jasadnya masih utuh seperti yang diberitakan Al Qur'an.

Nah, mungkinkah Muhammad SAW yang buta huruf bisa mengetahui hal itu padahal di dalam Taurat dan Injil pun tidak ada diceritakan?

Tidak dapat tidak, akal sehat yang jujur akan berkata bahwa Al Qur'an bukan karangan Muhammad SAW.

Bukti ke delapan
Dalam Al Qur'an Surat Yunus [QS 1 ayat 15] Allah SWT menjelaskan bahawa cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri sedangkan cahaya bulan adalah pantulan. Dari mana Muhammad SAW bisa tahu padahal dia buta huruf dan buta ilmu alam, dan zaman itu pun belum sampai ke situ bahkan belum ada kajian keilmuan.

Bukti ke sembilan
Al Qur'an turun secara acak. Kadang kala turun karena ada suatu peristiwa atau pertanyaan dari sahabat Muhammad maupun orang-orang kafir. Jadi tidak ada upaya penyusunan kalimat. Kebanyakan ayat turun secara spontan dan disampaikan kepada Muhammad SAW secara lisan. Namun yang terjadi sangat mencengangkan. Banyak terdapat keharmonisan yang di luar nalar manusia.

Dari hasil studi bertahun tahun, Syeikh Abdul Razzak Naufal menemukan hal hal yang menakjubkan yg kemudian ia paparkan dlm kitab yg ia tulis : Mukjizat Al Qur'an al Kariem :

Satu
Terdapat keseimbangan kata dengan lawan katanya :
Alhaya' ( hidup ) dan al maut ( mati ) disebut sama sama 145 kali.

Annaf ( manfaat ) dan mudorat disebut dalam jumlah yang sama 50 kali.

Panas dan dingin 4 kali.

Kebaikan dan keburukan 167 kali

Kufur dan Iman, dalam bentuk kata indifinite masing-masing 17 kali.

Dua
Kata hari dalam bentuk tunggal berjumlah 365 ( jumlah 1 tahun )

Kata hari dalam bentuk jamak berjumlah 30 kali penyebutan ( angka satu bulan )

Kata yang berarti bulan hanya disebut 12 kali menunjukkan jumlah setahun. 

Apakah semua ini kebetulan ?
Mudah mudahan dengan keterangan sederhana ini bisa meningkatkan kualitas iman kita dari haqqul yakin menjadi ainul yaqin : 

keyakinan yang sudah terbukti dan tdk bisa dibantah.
Dan dengan anda membagikan ilmu yang sangat penting ini untuk diketahui banyak orang, anda pun terhitung telah melakukan amal jariah yang sangat penting dalam urusan syiar Islam.

Barakallah ...

Diolah dari berbagai Sumber.
Diberdayakan oleh Blogger.